update: Sep 07, 2010 | pertama kali? site tour
Log in:  
remember id! | JOIN US! (Free)    
step by step | wedding tales | honeymoon tales | the wedding inspiration
Gaun Pengantin
Jas Pengantin
Foto
Hotel Ballroom
Tempat Resepsi
Dekorasi
Florist
Katering
Kue Pengantin
» others
Bali Wedding Guide
Majalah Weddingku
Giveaway
Weddingku Tradisional
Weddingku.com New Real Couples!
Dengan fitur dan tampilan baru yang lebih fresh, Real Couples hadir kembali untuk memberikan sharing pengalaman wedding dan honeymoon yang berkesan dari dan untuk sesama anggota.

Selamat Menikmati!
MONTHLY WEDDING TALES

Bintang & Ellen
Johannes & Linda
Nana & Tuti
Feber & Nana
Hendrik & Novianti
Revi & Ribka
Ruri & Mirza
Bobby & Desy
Fadly & Vero
Ronald & Maria
Irwan & Dina
Cinthia & Harry
Adi & Vikka
Jeffry & Inge
Awie & Gita
Ratih & Tri
Rheno & Jenifer
Rinto & Enjelita
Michael & Natalia
Joshua & Agnes
Henry & Janet
Phil & Deasy
Rudy & Emilia
Siska & Yuli
Kurniawan & Susanti
Deasy & Irawan
Hanna & Ferry

Handy & Susanna

Dhina & Moran
Michael & Erita
Krist & Waryn
Roy & Fanny
Adi & Silfanny
Syarif & Melda
Modis & Wenny
Jonathan & Amelia
Yulia & Togap
Tutut & Imron
Nathan & Febe
Wati & Gatyo

 
 

Irwan & Dina - 17 Desember 2006‘ Kesabaran selalu membuahkan hasil.


Pertemuan kami dikenalkan oleh sahabat saya yang kebetulan teman kerja Irwan. Setelah bertahun-tahun kemudian saya & Irwan baru tahu bahwa teman saya ini memang berniat untuk menjodohkan kami berdua. Beberapa bulan pendekatan akhirnya kami pacaran tanggal 13 Maret 2003


Selama 3 ½ tahun...ini adalah kali kedua saya pacaran cukup lama. Tapi sayang orang tua Irwan tidak setuju hubungan kami karena saya lebih tua 2 tahun dan saya penyanyi café. Tatapan jijik saat bertemu dan makian jika saya menelepon dari ibunya selama bertahun-tahun Cuma bisa saya telan sendiri. Pun saya bekerja dikantor dan berhenti menyanyi tidak mengurangi rasa benci ibunya terhadap saya. Belum lagi cobaan orang ketiga sempat menghantui hubungan kami. Juga kami sempat 2x berpisah karena faktor ibunya yang membenci saya.

Hanya saja menurut banyak orang, wajah kami berdua mirip, jadi walaupun putus berkali-kali, kalau jodoh maka akan bersatu lagi. Tapi ‘Kesabaran selalu membuahkan hasil’ Tuhan maha mendengar. Butuh waktu bertahun-tahun sampai ibunya bisa menyetujui hubungan kami, bahkan untuk sampai ke pelaminan. Dan kabar itu saya dengar tepat pada ulang tahun saya ke 28, bulan april 2006. Bagi saya jalan nya akan menjadi mudah dengan restu dari orang tua.

Pertemuan keluarga & Lamaran
Kami tidak mau menunda lagi. Pada tanggal 13 Juli pertemuan dua keluarga diadakan di sebuah restaurant. Dari obrolan santai dilanjutkan dengan pembicaraan serius. Tanggal pernikahan langsung di tentukan ayah saya karena gedung kosong pada bulan Desember hanya pada tanggal 17 Desember 2006. Acara di laksanakan di Hotel Kartika Chandra. Kebetulan ayah saya adalah GM di hotel itu, jadi lebih di permudah dalam pengurusan gedung, catering dan dekorasi. Sebagai orang sunda dan anak bungsu, maka keluarga kami lah yang ‘mengadakan’ acara tersebut. 1 bulan kemudian lamaran sekaligus pertunangan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2006.


Tak sampai 2 minggu dari lamaran, calon mertua laki-laki masuk RS untuk pengangkatan benjolan di pita suaranya. Persiapan pernikahan belum dilakukan karena terbentur puasa dan lebaran. Hanya saja kami sudah tenang dikarenakan banyak pihak yang membantu.

Selama 4 bulan dari semenjak lamaran hubungan kami justru tidak harmonis. Mungkin ini disebabkan stress yang berlebih karena biaya dan kesibukan kerja menjelang akhir tahun. Pertengkaran kecil sampai hebat, persoalan tidak penting menjadi penting mewarnai hari-hari kami.

Bulan November kami baru terburu-buru menyiapkan semuanya. Kebaya resepsi baru selesai tanggal 25 November, saya dengan 2 sahabat saya ngebut untuk payet kebaya saya. Foto Prewedding sampai 3x, dengan konsep “NO CONCEPT” , jadi asal hajar saja, pasar malam, museum prasasti, jembatan tol pondok gede, Graffti & Jalan di tengah malam. Undangan baru selesai design dan pertengahan November baru selesai. Bahkan kami belum cetak untuk souvenir.

Awal Desember saya harus ke Bali karena saya menjadi panitia untuk Seminar. Badan saya di Bali tapi pikiran saya di Jakarta karena persiapan baru 50% sedangkan acara tinggal kurang dari 2 minggu. Selesai acara dari Bali, giliran pasangan saya yang sibuk dengan launching produk dan acara akhir tahun dari kantornya.

Saat itu mertua laki-laki saya kembali masuk rumah sakit karena tulang belakang yang terjepit otot selama bertahun-tahun mengakibatkan pembusukan.




Pulang dari Bali, waktu tinggal 10 hari lagi. Souvenir baru di cetak, itupun setelah beberapa kali mengganti foto dan tulisan. Kami yakin souvenir kami lain dari pada yang lain. Karena kami menikah akhir tahun, maka kami membuat souvenir berupa kalender. Kegilaan kami akan nonton dan termasuk ‘banci’ foto, maka souvenirnya adalah kalender gantung sebesar A3 dengan jenis kertas laminating, berbentuk poster film.


 

Sebagai rasa terima kasih kami kepada semua pihak yang membantu baik secara gratis maupun diskon besar-besaran,
maka semua yang membantu kami tulis didalam souvenir, termasuk nomor telepon, hitung-hitung sebagai sponsor. Mulai dari dekorasi, tempat, perias, fotografer, cetak, design undangan, wedding ring, semua kami masukan kedalam souvenir kami.

Untuk dekorasi sendiri saya hanya meminta pada ayah saya untuk melaminating foto kami yang berukuran 24R, untuk kemudian di masukan ke dalam es dan di letakkan pada saat resepsi.Kebaya saya sendiri selesai di payet H-1, dikerjakan ber 3, selama 10 hari berturut-turut, setiap pulang kerja hingga jam 4 pagi.


The Wedding

Akad
Akhirnya hari yang di tunggu datang juga. Akad nikah berlangsung dengan hikmad dan mengharukan. Hati kami begitu bahagia dan dipenuhi rasa cinta saat itu. Walau sempat nervous pada saat suami melakukan ijab kabul, tapi semua berjalan dengan baik. Semua pertengkaran selana berbulan-bulan hilang, yang ada hanya rasa cinta. Semua menangis saat kami sungkem pada orang tua masing-masing. Bahkan ibunya Irwan meminta maaf pada saya sambil berbisik dan menangis. Mertua laki-laki saya pun menangis padahal beliau tidak pernah menitikkan air mata dalam setiap kesempatan. Alhamdulillah mertua laki-laki saya mendapat izin dari pihak Rumah Sakit untuk menikahkan anaknya, untuk kemudian kembali lagi ke Rumah Sakit selesai acara. Sawer, bakakak ayam menjadi moment lucu, terutama saat saya mendapat ayam lebih besar dari suami saya.

Resepsi
Saat resepsi saya tertegun dengan dekorasi yang begitu indah dan megahnya. Lilin-lilin kecil dan besar yang saya bawa dari Bali menghiasi ruangan dengan begitu indahnya. Foto prewedding kami yang ‘terburu-buru’ terlihat cantik bertengger di sepanjang karpet. 2 X-Banner dari teman ayah saya terpajang manis di tempat penerimaan tamu. Saya terlihat cantik dengan kebaya ungu dan sanggul panjang, suami terlihat gagah dan bahagia. Teman-teman yang datang membuat kebahagiaan kami bertambah. Hanya saja ‘kegilaan’ kami tetap terlihat. Saat di pelaminan, pada foto session, tetap harus ada gaya ‘gila’ sebagai kenang-kenangan. Selesai acara, saya naik panggung dan bernyanyi. Seluruh keluarga besar berjoget bersama.


Acara sendiri berlangsung dengan meriah, dengan tamu yang sangat banyak. Saya sangat bahagia karena 95% segala sesuatu yang dipersiapkan berjalan dengan lancar. Bagian yang kurang adalah peletakan foto kami di dalam es yang ternyata bukan di tempat buah, melainkan agak di pojok yang menyebabkan tidak 100% terlihat. Apalagi semua pernikahan ini di kerjakan oleh saya dan keluarga inti (kakak-mama-papa) saja, tanpa campur tangan orang lain.

After Wedding
Setelah menikah, kami sempat menginap di Hotel Kartika Chandra selama 3 malam. Honeymoon kami nanti pada Bulan Februari, rencana kami akan ke Bali ber 8, bersama teman-teman suami.Cobaan kami belum juga selesai. Ditengah-tengah kebahagiaan kami sedang mengarungi hidup sebagai suami istri, mertua saya akhirnya meninggal dunia, setelah dia menyerah dengan sakit yang dideritanya. Tapi kami semua bahagia bahwa pada saat kami menikah, beliau sempat menyaksikan kami dengan wajah yang begitu bersih, cerah dan bahagia.

Big Thanks to :
Semua yang udah ngebantuin Dina n Irwan + Keluarga. Semua yang Kita dapat dari gratis sampai diskon 70%.

- Mama Linda, thx untuk Rias dan sanggulnya. U Make me pretty. Walau diomelin terus karena Dina nggak bisa diem. Sanggulnya kenceng banget. Biar nggak jatoh ya kalo Dina pecicilan?
- Mba Yuli, thx 4 the beautifull kebaya.
- Pipit n Oie, makasih mau bantuin mayet sampe pagi, sampai nelantarin anak seminggu. Love u.
- Pepen, thx untuk design suvenir, untuk tau apa yang kita berdua maksud.
- Dwi, untuk design undangannya yang cantik, gratis pula
- Mas Agung, dekorasi kami yang jadi perdana untuk konsep baru mu. Cantik banget.
- Boy, my man.. Sahabat yang udah nemenin selama 9 tahun, sabar kemana aja kita mau foto, gaya apa aja, gak perduli ngabisin berapa ribu jepret.

Untuk papa, makasih sudah merestui Dina dan Irwan. Makasih untuk ‘ada’ pada saat kami menikah. Walau sedih karena hanya dua minggu punya mertua, tapi Dina bahagia, karena bisa kenal sosok yang kuat dan lucu.Dina akan selalu ingat pesan papa saat Dina sungkem. Dina akan menjaga Irwan seperti Irwan menjaga Dina. Kami akan selalu mencintai. Kami juga selalu sayang dan cinta papa walau papa sudah tidak ada lagi.
Love u much…

Nama : Irwan Pratama & Dina Laksmidewi
Tanggal Pernikahan : 17 Desember 2006
Tempat Akad Nikah & Resepsi : Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra
Make Up : Linda “YATIFA SALON”
Dekorasi Pelaminan : Agung Decoration
Foto : Rimmy Boy
 
 
About Weddingku | Advertising | News & Events | Awards & Reviews | Guestbook | Contact Us | RSS Feed
Ketentuan Penggunaan | Ketentuan Forum | Kebijakan Privasi © 2002-2010 Weddingku.com | Powered by Menaravisi
Weddingku is member of Pacific Asia Travel Association | Membership# 577152Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies | NIA# 1252/VIII/DPP/2007International Air Transport Association | TIDS# 96-6 3591 0Menaravisi Tour & Travel | BPW# 2123/2007