|
|
|
 |
| Weddingku.com New Real Couples! |
Dengan
fitur dan tampilan baru yang lebih fresh, Real Couples hadir
kembali untuk memberikan sharing pengalaman wedding dan honeymoon
yang berkesan dari dan untuk sesama anggota.
Selamat Menikmati! |
|
|
|
 |
Irwan & Dina - 17 Desember 2006‘
Kesabaran selalu membuahkan hasil. |
|

Pertemuan kami dikenalkan oleh
sahabat saya yang kebetulan teman kerja Irwan. Setelah bertahun-tahun
kemudian saya & Irwan baru tahu bahwa teman saya ini memang
berniat untuk menjodohkan kami berdua. Beberapa bulan pendekatan
akhirnya kami pacaran tanggal 13 Maret 2003
Selama 3 ½ tahun...ini adalah kali kedua
saya pacaran cukup lama. Tapi sayang orang tua Irwan tidak setuju
hubungan kami karena saya lebih tua 2 tahun dan saya penyanyi café.
Tatapan jijik saat bertemu dan makian jika saya menelepon dari ibunya
selama bertahun-tahun Cuma bisa saya telan sendiri. Pun saya bekerja
dikantor dan berhenti menyanyi tidak mengurangi rasa benci ibunya
terhadap saya. Belum lagi cobaan orang ketiga sempat menghantui
hubungan kami. Juga kami sempat 2x berpisah karena faktor ibunya
yang membenci saya.
Hanya saja menurut banyak orang, wajah kami berdua mirip, jadi walaupun
putus berkali-kali, kalau jodoh maka akan bersatu lagi. Tapi ‘Kesabaran
selalu membuahkan hasil’ Tuhan maha mendengar.
Butuh waktu bertahun-tahun sampai ibunya bisa menyetujui hubungan
kami, bahkan untuk sampai ke pelaminan. Dan kabar itu saya dengar
tepat pada ulang tahun saya ke 28, bulan april 2006. Bagi saya jalan
nya akan menjadi mudah dengan restu dari orang tua.
Pertemuan keluarga & Lamaran
Kami tidak mau menunda lagi. Pada tanggal 13 Juli pertemuan dua
keluarga diadakan di sebuah restaurant. Dari obrolan santai dilanjutkan
dengan pembicaraan serius. Tanggal pernikahan langsung di tentukan
ayah saya karena gedung kosong pada bulan Desember hanya pada tanggal
17 Desember 2006. Acara di laksanakan di Hotel Kartika Chandra.
Kebetulan ayah saya adalah GM di hotel itu, jadi lebih di permudah
dalam pengurusan gedung, catering dan dekorasi. Sebagai orang sunda
dan anak bungsu, maka keluarga kami lah yang ‘mengadakan’
acara tersebut. 1 bulan kemudian lamaran sekaligus pertunangan
dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2006.
Tak sampai 2 minggu dari lamaran, calon mertua laki-laki masuk RS
untuk pengangkatan benjolan di pita suaranya. Persiapan pernikahan
belum dilakukan karena terbentur puasa dan lebaran. Hanya saja kami
sudah tenang dikarenakan banyak pihak yang membantu.
Selama 4 bulan dari semenjak lamaran hubungan kami justru tidak
harmonis. Mungkin ini disebabkan stress yang berlebih karena biaya
dan kesibukan kerja menjelang akhir tahun. Pertengkaran kecil sampai
hebat, persoalan tidak penting menjadi penting mewarnai hari-hari
kami.
Bulan November kami baru terburu-buru menyiapkan semuanya. Kebaya
resepsi baru selesai tanggal 25 November, saya dengan 2 sahabat
saya ngebut untuk payet kebaya saya. Foto Prewedding sampai 3x,
dengan konsep “NO CONCEPT” , jadi asal hajar saja, pasar
malam, museum prasasti, jembatan tol pondok gede, Graffti &
Jalan di tengah malam. Undangan baru selesai design dan pertengahan
November baru selesai. Bahkan kami belum cetak untuk souvenir.
Awal Desember saya harus ke Bali karena saya menjadi panitia untuk
Seminar. Badan saya di Bali tapi pikiran saya di Jakarta karena
persiapan baru 50% sedangkan acara tinggal kurang dari 2 minggu.
Selesai acara dari Bali, giliran pasangan saya yang sibuk dengan
launching produk dan acara akhir tahun dari kantornya.
Saat itu mertua laki-laki saya kembali masuk rumah
sakit karena tulang belakang yang terjepit otot selama bertahun-tahun
mengakibatkan pembusukan.
Pulang dari Bali, waktu tinggal 10 hari lagi. Souvenir baru di cetak,
itupun setelah beberapa kali mengganti foto dan tulisan. Kami yakin
souvenir kami lain dari pada yang lain. Karena kami menikah akhir
tahun, maka kami membuat souvenir berupa kalender. Kegilaan kami
akan nonton dan termasuk ‘banci’ foto, maka souvenirnya
adalah kalender gantung sebesar A3 dengan jenis kertas laminating,
berbentuk poster film.
Sebagai rasa terima kasih kami kepada semua pihak
yang membantu baik secara gratis maupun diskon besar-besaran,
maka semua yang membantu kami tulis didalam souvenir, termasuk nomor
telepon, hitung-hitung sebagai sponsor. Mulai dari dekorasi,
tempat, perias, fotografer, cetak, design undangan, wedding ring,
semua kami masukan kedalam souvenir kami.
Untuk dekorasi sendiri saya hanya meminta pada
ayah saya untuk melaminating foto kami yang berukuran 24R, untuk
kemudian di masukan ke dalam es dan di letakkan pada saat resepsi.Kebaya
saya sendiri selesai di payet H-1, dikerjakan ber 3, selama 10 hari
berturut-turut, setiap pulang kerja hingga jam 4 pagi.

|
The
Wedding
Akad
Akhirnya
hari yang di tunggu datang juga. Akad nikah berlangsung dengan hikmad
dan mengharukan. Hati kami begitu bahagia dan dipenuhi rasa cinta
saat itu. Walau sempat nervous pada saat suami melakukan ijab kabul,
tapi semua berjalan dengan baik. Semua pertengkaran selana berbulan-bulan
hilang, yang ada hanya rasa cinta. Semua menangis saat kami sungkem
pada orang tua masing-masing. Bahkan ibunya Irwan meminta maaf pada
saya sambil berbisik dan menangis. Mertua laki-laki saya pun menangis
padahal beliau tidak pernah menitikkan air mata dalam setiap kesempatan.
Alhamdulillah mertua laki-laki saya mendapat izin dari pihak Rumah
Sakit untuk menikahkan anaknya, untuk kemudian kembali lagi ke Rumah
Sakit selesai acara. Sawer, bakakak ayam menjadi moment lucu, terutama
saat saya mendapat ayam lebih besar dari suami saya.
Resepsi
Saat resepsi saya tertegun dengan dekorasi yang begitu
indah dan megahnya. Lilin-lilin kecil dan besar yang saya bawa dari
Bali menghiasi ruangan dengan begitu indahnya. Foto
prewedding kami yang ‘terburu-buru’ terlihat cantik
bertengger di sepanjang karpet. 2 X-Banner dari teman ayah saya
terpajang manis di tempat penerimaan tamu. Saya terlihat cantik
dengan kebaya ungu dan sanggul panjang, suami terlihat gagah dan
bahagia. Teman-teman yang datang membuat kebahagiaan kami bertambah.
Hanya saja ‘kegilaan’ kami tetap terlihat. Saat di pelaminan,
pada foto session, tetap harus ada gaya ‘gila’ sebagai
kenang-kenangan. Selesai acara, saya naik panggung dan bernyanyi.
Seluruh keluarga besar berjoget bersama.
Acara sendiri berlangsung dengan meriah, dengan tamu yang sangat
banyak. Saya sangat bahagia karena 95% segala sesuatu yang dipersiapkan
berjalan dengan lancar. Bagian yang kurang adalah peletakan foto
kami di dalam es yang ternyata bukan di tempat buah, melainkan agak
di pojok yang menyebabkan tidak 100% terlihat. Apalagi semua pernikahan
ini di kerjakan oleh saya dan keluarga inti (kakak-mama-papa) saja,
tanpa campur tangan orang lain.
After
Wedding
Setelah menikah, kami sempat menginap di Hotel Kartika Chandra selama
3 malam. Honeymoon kami nanti pada Bulan Februari, rencana kami
akan ke Bali ber 8, bersama teman-teman suami.Cobaan kami belum
juga selesai. Ditengah-tengah kebahagiaan kami sedang mengarungi
hidup sebagai suami istri, mertua saya akhirnya meninggal dunia,
setelah dia menyerah dengan sakit yang dideritanya. Tapi kami semua
bahagia bahwa pada saat kami menikah, beliau sempat menyaksikan
kami dengan wajah yang begitu bersih, cerah dan bahagia.
Big Thanks to :
Semua yang udah ngebantuin Dina n Irwan + Keluarga. Semua yang Kita
dapat dari gratis sampai diskon 70%.
| - |
Mama Linda, thx untuk Rias dan
sanggulnya. U Make me pretty. Walau diomelin terus karena Dina
nggak bisa diem. Sanggulnya kenceng banget. Biar nggak jatoh
ya kalo Dina pecicilan? |
| - |
Mba Yuli, thx 4 the beautifull kebaya. |
| - |
Pipit n Oie, makasih mau bantuin mayet sampe
pagi, sampai nelantarin anak seminggu. Love u. |
| - |
Pepen, thx untuk design suvenir, untuk tau
apa yang kita berdua maksud. |
| - |
Dwi, untuk design undangannya yang cantik,
gratis pula |
| - |
Mas Agung, dekorasi kami yang jadi perdana
untuk konsep baru mu. Cantik banget. |
| - |
Boy, my man.. Sahabat yang udah nemenin selama
9 tahun, sabar kemana aja kita mau foto, gaya apa aja, gak perduli
ngabisin berapa ribu jepret. |
Untuk papa, makasih sudah merestui Dina dan
Irwan. Makasih untuk ‘ada’ pada saat kami menikah. Walau
sedih karena hanya dua minggu punya mertua, tapi Dina bahagia, karena
bisa kenal sosok yang kuat dan lucu.Dina akan selalu ingat pesan
papa saat Dina sungkem. Dina akan menjaga Irwan seperti Irwan menjaga
Dina. Kami akan selalu mencintai. Kami juga selalu sayang dan cinta
papa walau papa sudah tidak ada lagi.
Love u much… |
 |
| Nama |
: |
Irwan Pratama
& Dina Laksmidewi |
| Tanggal Pernikahan |
: |
17 Desember 2006 |
| Tempat Akad Nikah & Resepsi |
: |
Kirana Ballroom, Hotel Kartika
Chandra |
| Make Up |
: |
Linda “YATIFA SALON” |
| Dekorasi Pelaminan |
: |
Agung Decoration |
| Foto |
: |
Rimmy Boy |
|
|
| |
|
|
 |
 |
|