update: Sep 07, 2010 | pertama kali? site tour
Log in:  
remember id! | JOIN US! (Free)    
step by step | wedding tales | honeymoon tales | the wedding inspiration
Gaun Pengantin
Jas Pengantin
Foto
Hotel Ballroom
Tempat Resepsi
Dekorasi
Florist
Katering
Kue Pengantin
» others
Bali Wedding Guide
Majalah Weddingku
Giveaway
Weddingku Tradisional
Weddingku.com New Real Couples!
Dengan fitur dan tampilan baru yang lebih fresh, Real Couples hadir kembali untuk memberikan sharing pengalaman wedding dan honeymoon yang berkesan dari dan untuk sesama anggota.

Selamat Menikmati!
MONTHLY WEDDING TALES

Bintang & Ellen
Johannes & Linda
Nana & Tuti
Feber & Nana
Hendrik & Novianti
Revi & Ribka
Ruri & Mirza
Bobby & Desy
Fadly & Vero
Ronald & Maria
Irwan & Dina
Cinthia & Harry
Adi & Vikka
Jeffry & Inge
Awie & Gita
Ratih & Tri
Rheno & Jenifer
Rinto & Enjelita
Michael & Natalia
Joshua & Agnes
Henry & Janet
Phil & Deasy
Rudy & Emilia
Siska & Yuli
Kurniawan & Susanti
Deasy & Irawan
Hanna & Ferry

Handy & Susanna

Dhina & Moran
Michael & Erita
Krist & Waryn
Roy & Fanny
Adi & Silfanny
Syarif & Melda
Modis & Wenny
Jonathan & Amelia
Yulia & Togap
Tutut & Imron
Nathan & Febe
Wati & Gatyo

 
 

Rinto Wiharjo & Enjelita Jahja - 8 Oct 2006 ‘ He has made everything beautiful in His time’

‘He has made everything beautiful in His time’ nah ini kata-kata yang paling tepat for my love life.

Saya ketemu dengan suami, pada saat kuliah di tingkat akhir, padahal sebelumnya saya sedang pacaran dengan orang lain yang sudah berlangsung 4,5 tahun. Pada saat itu saya menjadi panitia seminar Architecture di kampus, kebetulan kami menjadi panitia di bagian yang sama, so…alhasil kita jadi sering ketemu, ngobrol n becanda bareng. Awalnya sech suami itu orangnya pendiem, maklum dia termasuk salah satu anak yang lumayan pinter di kampus. Awalnya teman-teman banyak yang memandang sebelah mata kepada kami. But…ga disangka pada saat perkenalan kami baru menginjak 3 bulan dia langsung ngajak jadian, dan saya baru putus dengan pacar lama saya. Dan yang lebih mengagetkan lagi, suami langsung bilang gini ‘ saya pacaran untuk serius bukan untuk main-main, Enjel pacar pertama Rinto, dan akan menjadi yang terakhir’. WOOOW…sempet shock juga dibilang gitu, tapi kita jdian juga. Dan di tahun pertama pacaran kita mulai menghitung-hitung waktu & budget pernikahan, akhirnya ditentukanlah tgl 8 October 2006.

Kami menyiapkan pernikahan jauh-jauh hari, agar tidak grasa-grusu mendekati hari H, dan lagi kami tidak mau mengambil paket, jadi semuanya serba lepasan. Sudah dari 2 tahun sebelum kami mencari vendor dan ada beberapa yang sudah di full payment dari 2 tahun sebelum, dengan alasan biar murah, karena harga lama & mengikat.

‘Manusia boleh berencana, Tuhan juga yang menentukan’

Walaupun sudah disiapkan jauh-jauh hari ternyata, pada saat 6 bulan sebelum hari H ada perubahan. Kami baru tahu, bahwa gereja kami tidak bisa mengadakn pemberkatan di hari Minggu. So…semua rencana & vendor-vendor harus di contact ulang, dan ternyata vendor video & photo tidak bisa meliput di hari sabtunya. So…kita harus mencari alternatif lain, untungnya banyak teman-teman gereja yang biasa meliput acara, mau membantu meliput pernikahan kami, kebetulan suami juga jago ‘ngedit’ photo maupun video, so…satu kepanikan berlalu. Kepanikan berikut adalah 3 bulan sebelum hari H, saya dipercaya oleh kantor untuk memegang departement baru yang butuh pengawasan, dan sangat menyita waktu. Dan di saat yang suami juga mendapat proyek baru di kantornya yang sangat menyita waktu. So…di hari-hari menjelang hari H yang seharusnya kami repot mengurus pernikahan, kami malah jarang bertemu, karena repot dengan urusan kantor.

Kami baru ambil cuti 4 hari sebelum hari H. Lamaran pun baru dilakukan H-1. Rencana honeymoon pun baru dipesan 1 bulan sebelum, dan dokumen keberangkatan (passport) baru diperpanjang 1 bulan sebelum. Rencana awal kami yang ingin bersantai-santai menjelang hari H, semuanya sirna. Yang ada 4 hari cuti, kami pakai untuk meeting dengan vendor, lamaran, mencari kekurangan barang & pilih lagu. SANGAT MEPET. Ya…itu yang ada di pikiran saya.

Untunglah semua bisa dilalui, tibalah tgl 7 October 2006, hari pemberkatan pernikahan kami. Untung pemberkatan pernikahan dimulai jam 13.00, jadi kami tidak perlu bangun terlalu pagi untuk bersiap-siap. Acara pemberkatan & catatan sipil selesai pkl. 15.00. Lalu kami langsung kembali ke Crowne plaza Hotel untuk beristirahat. Tetapi pada saat di mobil penganten, suami bilang pusing, mau muntah. Saya tahu penyebabnya karena dari pagi sampai jam 15.00 dia belum makan, begitu juga saya. Saya pikir dia hanya masuk angin biasa. So…sesampainya di hotel saya suruh dia makan, minum obat & beristirahat, karena besok masih ada Wedding Reception yang dinantikan. Tapi sampai pkl. 20.00, saya bangunkan dia untuk makan malam, keadaannya bukan makin membaik malah makin parah. So…tanpa pikir panjang langsung saya bawa suami ke Rumah sakit MMC, masuk UGD dan langsung diperiksa dokter. Saya langsung mengatakan kepada dokter, bahwa besok akan ada acara besar. Setelh diperiksa & tes darah ternyata suami kena gejala typhus. Malam itu juga suami diinfus sampai dengan jam 2 pagi. Saya, kakaknya & ibunya yang menunggui di RS. Untungnya pagi itu kami boleh langsung pulang, jam 2.30 kami sampai di hotel. Jam 3 pagi saya baru bisa tidur.

Jam 6 pagi keesokan harinya saya sudah bangun dengan mata yang bengkak-benkak. ‘WOW…this is the big day that I’m waiting for 2 years’. Pagi-pagi saya langsung melihat suami sudah segar. ‘Thanx God’. Jam 8 saya sudah mulai make up, alhasil make up artis saya langsung bertanya ada apa dengan mata saya. Untungnya make up artis saya (ADE) jago sekali untuk menutupi kekurangan saya, dan orangnya sangat baik.

So…acara demi acara berlangsung. Dari make up, acara jemput-jemputan, foto-foto indoor & outdoor, tea pay, & session foto keluarga. Dan…tibalah wedding reception nya. Kami berdua sangat grogi, apa yang telah kami rencanakan jauh-jauh hari, tiba-tiba saya tidak berani untuk maju & bertemu dengan para tamu, untung suami terus menggandeng tangan saya dan meykinkan saya & selalu membuat wajah, mimik yang lucu, sehingga lumer lah ketakutan saya.

Suami saya pemalu, setiap acara yang disarankan oleh Mc, selalu ditolaknya. Mulai dari menyanyi, dancing, berlutut & membawa bunga. Tetapi tanpa diduga-duga pada saat acara, saat kami akan minggle berkeliling bertemu tamu, tiba-tiba Mc (Tia Monica) meminta kami untuk 1st dance. OOOooow….suami langsung memandang saya dengan wajah meminta tolong. Lalu akhirnya kami berdua berdansa, persis seperti anak SMA yang sedang Promp Nite, karena kami berdua sama-sama tidak bisa dansa. Hanya sekejap, beberapa puluh detik, tapi begitu berkesan. Tak terlupakan. Malam itu kami begiru senang. Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pkl. 22.00, Kami makan malam dan setelah itu……suite room pengantin telah menanti. Kami harus bersiap-siap untuk beristirahat, karena besok pagi-pagi kita sudah harus berangkat ke bandara. ‘ Malaysia….Singapore….here we come’

Di pesawat, saya dan suami hanya menghela nafas & tertawa. Segala yang besar telah kita lalui, tetapi masih banyak & lebih besar di hari esok yang harus kami lalui.

Tuhan terima kasih untuk berkat Mu kepada keluarga kecil kami. Terima kasih buat keluarga yang sudah banyak membantu, Mbak Ade yang sangat banyak membantu dari awal persiapan pernikahan sampai akhir, Mas Tessar yang sudah bersedia meliput pemberkatan pernikahan kami, buat tamu & teman-teman yang sudah hadir di resepsi pernikahan kami.


Nama :

Rinto Wiharjo & Enjelita Jahja

Wedding Matrimony : 7 Oct 2006, Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar
Wedding Ceremony : 8 Oct 2006, Crowne Plaza Hotel
Theme : Wedding with Angel
Wedding Dress : Ivory bridal
Wedding Cake : Harum sari cake
Photo : Flux photo & Tessar Photography
Video : Wedding Clip
Make Up : Make up by ADE
Mc : Mc. Tia Monica
 
 
About Weddingku | Advertising | News & Events | Awards & Reviews | Guestbook | Contact Us | RSS Feed
Ketentuan Penggunaan | Ketentuan Forum | Kebijakan Privasi © 2002-2010 Weddingku.com | Powered by Menaravisi
Weddingku is member of Pacific Asia Travel Association | Membership# 577152Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies | NIA# 1252/VIII/DPP/2007International Air Transport Association | TIDS# 96-6 3591 0Menaravisi Tour & Travel | BPW# 2123/2007