|
Bila dua tradisi berpadu, maka warna-warni dalam prosesi pernikahan pun muncul. Hal ini yang terjadi di pernikahan Erwan dan Margareth yang berasal dari dua kebudayaan yang berbeda, Batak dan China. "Awalnya kami ingin pesta yang penuh privasi, hanya dihadiri teman-teman dan keluarga dekat. Tapi, orang tua kami ingin agar kami mengundang juga seluruh keluarga besar," tutur Gareth, sapaan akrab Margareth yang asli Batak. Prosesi pernikahan Batak dan China pun digelar secara lengkap. Mulai dari Majomput gugu dan tumpak (memungut sumbangan dari kerabat yang datang), martumpol (pemberkatan), penyerahan tudu-tudu ni sipanganon dan dengke simudur-mudur (tukar menukar suguhan adat), hingga mangulosi (pemberian ulos). |