CREATE FREE WEDDING WEBSITE » 
 
KULINER
Kuliner Tanah Batak

Pada dasarnya, setiap perkawinan mengandung nilai sakral. Demikian pula dengan perkawinan adat Batak. Dikatakan sakral karena dalam adat perkawinan Batak, ada makna pengorbanan bagi parboru (pihak pengantin wanita) karena ia "berkorban" memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak pengantin pria). Pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi, babi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam prosesi adat Sibuhai-buhai dan Marunjuk

Pada tahap awal pesta pernikahan yaitu dalam prosesi adat Sibuhai-buhai, pengantin pria menjemput pengantin wanita di rumahnya untuk bersama-sama pergi ke gereja (khusus untuk masyarakat Batak yang beragama Kristen). Pengantin pria membawa makanan berupa ternak babi/sapi/kerbau, sedangkan pengantin wanita menyerahkan Dengke Arsik yang disebut Dengke Simudur-mudur, Dengke Sitio-tio dan Dengke Sahat yang melambangkan harapan agar pengantin baru selalu seiya sekata, jujur dalam kehidupan dan memperoleh kebahagiaan. Setelah acara serah terima makanan, seluruh keluarga berdoa dan makan bersama, kemudian berangkat ke gereja.

Acara dilanjutkan dengan Marunjuk (pesta pernikahan). Sebagai bukti bahwa santapan (makanan adat) tersebut adalah hewan yang utuh, pihak pria harus menyerahkan Na Margoar (hewan sembelihan secara utuh). Kemudian bagian-bagian tertentu hewan mulai dari kepala, leher, rusuk melingkar, pangkal paha, bagian bokong dengan ekornya masih melekat, hati, jantung dan lain-lain disebut disebut Tudu-tudu ni Sipanganon (tanda makanan adat). Tudu-tudu ni Sipanganon menjadi Parjambaran Juhut (pembagian berkat daging) dan akan dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak, sebagai tanda penghormatan.

Selesai pihak pengantin pria menyerahkan Tudu-tudu ni Sipanganon, pihak pengantin perempuan akan menyerahkan Dengke Arsik Simudur-mudur (Ikan Mas yang dipepes) dalam jumlah ganjil sebagai lambang kasih sayang kepada pengantin pria.

Selain Dengke Arsik dan Tudu-tudu ni Sipanganon, ada beberapa makanan khas Batak lainnya yang biasa dihidangkan dalam pesta adat perkawinan seperti Itak pohul-pohul (kue yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah), Lampet, Gabur-gabur dan Cimpa.

Khusus untuk masyarakat Batak Karo, mereka memiliki satu masakan unik yang disebut Trites. Trites disajikan pada pesta adat termasuk pesta pernikahan. Trites terbuat dari isi lambung sapi/kerbau yang belum dikeluarkan sebagai kotoran. Bahan inilah yang diolah sedemikian rupa dicampur dengan bahan rempah-rempah sehingga aroma tajam pada isi lambung berkurang dan dapat dinikmati.

Teks: Ratri Suyani (dari berbagai sumber)
Foto: Dok. Istimewa
facebook twitter

OUR SISTER COMPANIES

ABOUT WEDDINGKU | ADVERTISING |
NEWS & EVENTS | AWARDS & REVIEWS | GUESTBOOK | CONTACT US | RSS FEED

Ketentuan Penggunaan | Ketentuan Forum | Kebijakan Privasi © 2002-2012 Weddingku.com | Powered by Menaravisi

Established in 2000, Weddingku Group is an Indonesia leading wedding media and honeymoon operator with more than one hundred thousand community members. The group covers online portal, printed media, wedding exhibitions, agency of honeymoon & other travel packages. Weddingku Group is a licensed member of PATA, IATA & ASITA.